Arsip untuk Kolesterol

Penyakit Stroke

Selain dapat menyumbat pembuluh darah ke Jantung, plak aterosklerosis juga dapat  akan menyumbat pembuluh darah otak sehingga otak tidak menerima aliran darah, atau yang sering disebut dengan stroke.
Waspadai gejala-gejala serangan stroke:

  • Gejala yang sifatnya ringan: Bicara tiba-tiba jadi pelo
  • Gejala yang sifatnya berat: Kelumpuhan anggota gerak tubuh, wajah menjadi tidak simetris atau bahkan jika  terjadi perdarahan otak dapat menyebabkan KEMATIAN

Waspadai gejala tersebut dan ambil tindakan yang cepat agar tidak menjadi lebih berat.

Mulailah kontrol kolesterol anda sekarang dan hidup bebas dari Stroke!

Komentar bertahan »

Kolesterol Tinggi Sebabkan Parkinson

Kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh selain menyebabkan penyakit jantung ternyata juga dapat meningkatkan risiko terserang penyakit parkinson. Demikian hasil penelitian Dr Gang Hu dan kolega dari National Public Health Institute, Helsinki, Finlandia.

Mereka meneliti 24.773 laki-laki dan 26.153 perempuan Finlandia berusia 25-74 tahun. Mereka dikelompokkan sesuai dengan tingkat kolesterol yang ada dalam tubuh masing-masing.

Hu dan timnya mengamati perkembangan sukarelawan tersebut terus-menerus selama 18 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, 321 laki-laki dan 304 perempuan berpotensi tinggi terkena parkinson. Mereka berasal dari kelompok yang memiliki kadar kolesterol tinggi.

Jika dibandingkan dengan kelompok yang berkadar kolesterol rendah, kelompok berkolesterol tinggi 86% lebih berisiko terkena parkinson.

Menurut Hu, peningkatan risiko terkena parkinson hanya berlaku pada sukarelawan berusia 25-54 tahun. Tidak ada peningkatan risiko pada sukarelawan berusia 55 tahun ke atas.

(*/Reuters/X-5)

Komentar bertahan »

Kolesterol : Apa kolesterol itu sebenarnya ?

Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Seperti kita ketahui, lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi. Disamping sebagai salah satu sumber energi, sebenarnya lemak atau khususnya kolesterol memang merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita terutama untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh. Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid. Tetapi bila kolesterol dalam tubuh berlebih akan tertimbun didalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan suatu kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke.
Kolesterol yang kita butuhkan tersebut, secara normal diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Tetapi ia bisa meningkat jumlahnya karena makanan ekstern yang berasal dari lemak hewani, telur dan yang disebut sebagai makanan sampah (junkfood).

Apa yang terjadi dalam tubuh ?
Unsur-unsur lemak dalam darah terdiri atas kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas. Hanya seperempat dari kolesterol yang terkandung dalam darah berasal langsung dari saluran pencernaan yang diserap dari makanan, sisanya merupakan hasil produksi tubuh sendiri oleh sel-sel hati.

Lemak yang terdapat dalam makanan akan diuraikan menjadi kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas pada saat dicerna dalam usus. Keempat unsur lemak ini akan diserap dari usus dan masuk kedalam darah. Kolesterol dan unsur lemak lain tidak larut dalam darah. Agar dapat diangkut dalam aliran darah, kolesterol bersama dengan lemak-lemak lain (trigliserida dan fosfolipid) harus berikatan dengan protein untuk membentuk senyawa yang larut dan disebut dengan lipoprotein.

Kilomikron merupakan liprotein yang mengangkut lemak menuju ke hati. Dalam hati, ikatan lemak tersebut akan diuraikan sehingga terbentuk kembali keempat unsur lemak tersebut, dan asam lemak yang terbentuk akan dipakai sebagai sumber energi atau bila jumlahnya berlebih akan disimpan dalam jaringan lemak. Bila asupan kolesterol tidak mencukupi, sel hati akan memproduksinya. Dari hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL ( Low Density Lipoprotein ) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan termasuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Kelebihan kolesterol akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL ( High Density Lipoprotein ) untuk dibawa kehati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam ( cairan ) empedu.

LDL mengandung lebih banyak lemak daripada LDL sehingga ia akan mengambang di dlam darah. Protein utama yang membentuk LDL adalah Apo-B (apolipoprotein-B). LDL dianggap sebagai lemak yang “jahat” karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah. Sebaliknya HDL disebut sebagai lemak yang baik karena dalam operasinya ia membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama yang membentuk HDL adalah Apo-A (apolipoprotein). HDL ini mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi atau lebih berat.

Bagaimana kolesterol menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah?

Kolesterol yang berlebihan dalam darah akan mudah melekat pada dinding sebelah dalam pembuluh darah. Selanjutnya, LDL akan menembus dinding pembuluh darah melalui lapisan sel endotel, masuk ke lapisan dinding pembuluh darah yang lebih dalam yaitu intima. Makin kecil ukuran LDL atau makin tinggi kepadatannya makin mudah pula LDL tersebut menyusup ke dalam Iintima. LDL demikian disebut LDL kecil padat.

LDL yang telah menyusup ke dalam intima akan mengalami oksidasi tahap pertama sehingga terbentuk LDL yang teroksidasi. LDL-teroksidasi akan memacu terbentuknya zat yang dpat melekatkan dan menarik monosit (salah satu jenis sel darah putih) menembus lapisan endotel dan masuk ke dalam intima
disamping itu LDL-teroksidasi juga menghasilkan zat yang dapat mengubah monosit yang telah masuk ke dalam intima menjadi makrofag.

Sementara itu LDL-teroksidasi akan mengalami oksidasi tahap kedua menjadi LDL yang teroksidasi sempurna yang dapat mengubah makrofag menjadi sel busa. Sel busa yang terbentuk akan saling berikatan membentuk gumpalan yang makin lama makin besar sehingga membentuk benjolan yang mengakibatkan penyempitan lumen pembuluh darah.

Keadaan ini akan semakin memburuk karena LDL akan teroksidasi sempurna juga merangsang sel-sel otot pada lapisan pembuluh darah yang lebih dalam (media) untuk masuk ke lapisan intima dan kemudian akan membelah-belah diri sehingga jumlahnya semakin banyak.

Uraian tersebut diatas menunjukan bahwa terjadinya sumbatan pada pembuluh darah tidak semudah yang kita bayangkan. Kadar kolesterol yang tinggi perlu diwaspadai karena merupakan cikal bakal proses penyumbatan pembuluh darah, terlebih lagi bila yang meninggi adalah kadar kolesterol LDL, yang kita kenal sebagai lemak “jahat”. Kalau kita lihat mekanisme pembentukan sumbatan pembuluh darah diatas, LDL semakin berbahaya bila mempunyai ukuran kecil dengan kepadatan tinggi atau yang kita kenal sebagai LDL-kecil-padat.

Tabel Klasifikasi LDL dan HDL Kolesterol, Total Kolesteroll dan triglycerides

LDL (“Kolesterol jahat”)

Kurang dari 100

Optimal

100-129

Mendekati optimal

130-159

Batas normal tertinggi

160-189

Tinggi

Lebih dari 190

Sangat Tinggi

HDL (“Kolesterol Baik”)

Kurang dari 40

Rendah

Lebih dari 60

Tinggi

Total cholesterol (TC)

Kurang dari 200

Yang diperlukan

200-239

Batas normal tertinggi

Lebih dari 240

Tinggi

Triglycerides

Less than 150

Normal

150-199

Batas normal tertinggi

200-499

Tinggi

Equal to or higher than 500

Sangat tinggi

Source: National Heart, Lung, and Blood Institute

Bagaimana Cara Menurunkan Kolsterol?

Buah-buahan dan sayuran secara alami memiliki banyak manfaat dan berkhasiat bagi tubuh manusia serta bebas kolesterol.

Selain memperhatikan manfaat dari buah dan sayuran, kita perlu juga memperhatikan cara pengolahan dan penyajian supaya zat-zat penting yang terkandung di dalamnya agar tak hilang.

Dalam memasak, harus diperhatikan lama pemasakan dan panas yang digunakan. Begitu pula dalam mengupas buah. Sebaiknya tidak terlalu banyak membuang bagian kulitnya karena pada bagian dekat permukaan kulit tersebut banyak mengandung vitamin dan mineral penting. Beberapa buah-buahan bahkan dianjurkan dimakan bersama kulitnya seperti apel, jambu biji, dan pir.

Adapun sayur dan buah-buahan yang bermanfaat dalam menurunkan kolesterol, antara lain :

  • Alpukat
  • Anggur
  • Kedelai
  • Bawang Putih
  • Teh Hijau
  • Ikan Laut

Source :
http://www.pjnhk.go.id/
http://www.heartinfo.org/
http://www.rrionline.com/
http://www.prodia.co.id/

Komentar bertahan »

Info Penyakit : Kolesterol Tinggi


(Kadar normal < 200 mg/dl)

Akibat Yang Ditimbulkan :

Kolesterol menyebabkan asterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi dan hiperkolesterolemia.

Gejala Yang Ditimbulkan:
Stress, pusing kepala terasa berat, sering hilang keseimbangan, sakit bagian tengkuk belakang kepala, apabila sudah mengganggu jantung dada terasa berat dan sakit bagian kiri adakalanya bagian kanan agak sulit bernapas.

Pengobatan Herbal Yang Dianjurkan:
Jeruk manis (daging dan air buah), jeruk nipis (air buah), belimbing wuluh (daging dan sari buah), apel (daging dan sari buah), delima putih (daun dan daging buah), temulawak (rimpang), sambiloto (daun), ciplukan (daun), kumis kucing (daun), nenas (sari pati buah yang matang), buah merah (sari buah), alpokat mentah, jagung muda, daun sembung, kubis, akar manis, kunyit dan pepaya.

Makanan Yang Harus Dihindari:
Otak, telur, jeroan, lemak, santan, gorengan, durian, alpokat, udang, kepiting, cumi-cumi, ikan asin, telur asin, mentega.

Dari Berbagai Sumber

Komentar bertahan »

Kolesterol : Apa kolesterol itu sebenarnya ?

Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Seperti kita ketahui, lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi. Disamping sebagai salah satu sumber energi, sebenarnya lemak atau khususnya kolesterol memang merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita terutama untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh. Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid. Tetapi bila kolesterol dalam tubuh berlebih akan tertimbun didalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan suatu kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke.
Kolesterol yang kita butuhkan tersebut, secara normal diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Tetapi ia bisa meningkat jumlahnya karena makanan ekstern yang berasal dari lemak hewani, telur dan yang disebut sebagai makanan sampah (junkfood).

Apa yang terjadi dalam tubuh ?
Unsur-unsur lemak dalam darah terdiri atas kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas. Hanya seperempat dari kolesterol yang terkandung dalam darah berasal langsung dari saluran pencernaan yang diserap dari makanan, sisanya merupakan hasil produksi tubuh sendiri oleh sel-sel hati.

Lemak yang terdapat dalam makanan akan diuraikan menjadi kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas pada saat dicerna dalam usus. Keempat unsur lemak ini akan diserap dari usus dan masuk kedalam darah. Kolesterol dan unsur lemak lain tidak larut dalam darah. Agar dapat diangkut dalam aliran darah, kolesterol bersama dengan lemak-lemak lain (trigliserida dan fosfolipid) harus berikatan dengan protein untuk membentuk senyawa yang larut dan disebut dengan lipoprotein.

Kilomikron merupakan liprotein yang mengangkut lemak menuju ke hati. Dalam hati, ikatan lemak tersebut akan diuraikan sehingga terbentuk kembali keempat unsur lemak tersebut, dan asam lemak yang terbentuk akan dipakai sebagai sumber energi atau bila jumlahnya berlebih akan disimpan dalam jaringan lemak. Bila asupan kolesterol tidak mencukupi, sel hati akan memproduksinya. Dari hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL ( Low Density Lipoprotein ) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan termasuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Kelebihan kolesterol akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL ( High Density Lipoprotein ) untuk dibawa kehati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam ( cairan ) empedu.

LDL mengandung lebih banyak lemak daripada LDL sehingga ia akan mengambang di dlam darah. Protein utama yang membentuk LDL adalah Apo-B (apolipoprotein-B). LDL dianggap sebagai lemak yang “jahat” karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah. Sebaliknya HDL disebut sebagai lemak yang baik karena dalam operasinya ia membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama yang membentuk HDL adalah Apo-A (apolipoprotein). HDL ini mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi atau lebih berat.

Bagaimana kolesterol menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah?

Kolesterol yang berlebihan dalam darah akan mudah melekat pada dinding sebelah dalam pembuluh darah. Selanjutnya, LDL akan menembus dinding pembuluh darah melalui lapisan sel endotel, masuk ke lapisan dinding pembuluh darah yang lebih dalam yaitu intima. Makin kecil ukuran LDL atau makin tinggi kepadatannya makin mudah pula LDL tersebut menyusup ke dalam Iintima. LDL demikian disebut LDL kecil padat.

LDL yang telah menyusup ke dalam intima akan mengalami oksidasi tahap pertama sehingga terbentuk LDL yang teroksidasi. LDL-teroksidasi akan memacu terbentuknya zat yang dpat melekatkan dan menarik monosit (salah satu jenis sel darah putih) menembus lapisan endotel dan masuk ke dalam intima
disamping itu LDL-teroksidasi juga menghasilkan zat yang dapat mengubah monosit yang telah masuk ke dalam intima menjadi makrofag.

Sementara itu LDL-teroksidasi akan mengalami oksidasi tahap kedua menjadi LDL yang teroksidasi sempurna yang dapat mengubah makrofag menjadi sel busa. Sel busa yang terbentuk akan saling berikatan membentuk gumpalan yang makin lama makin besar sehingga membentuk benjolan yang mengakibatkan penyempitan lumen pembuluh darah.

Keadaan ini akan semakin memburuk karena LDL akan teroksidasi sempurna juga merangsang sel-sel otot pada lapisan pembuluh darah yang lebih dalam (media) untuk masuk ke lapisan intima dan kemudian akan membelah-belah diri sehingga jumlahnya semakin banyak.

Uraian tersebut diatas menunjukan bahwa terjadinya sumbatan pada pembuluh darah tidak semudah yang kita bayangkan. Kadar kolesterol yang tinggi perlu diwaspadai karena merupakan cikal bakal proses penyumbatan pembuluh darah, terlebih lagi bila yang meninggi adalah kadar kolesterol LDL, yang kita kenal sebagai lemak “jahat”. Kalau kita lihat mekanisme pembentukan sumbatan pembuluh darah diatas, LDL semakin berbahaya bila mempunyai ukuran kecil dengan kepadatan tinggi atau yang kita kenal sebagai LDL-kecil-padat.

Tabel Klasifikasi LDL dan HDL Kolesterol, Total Kolesteroll dan triglycerides

LDL (“Kolesterol jahat”)

Kurang dari 100

Optimal

100-129

Mendekati optimal

130-159

Batas normal tertinggi

160-189

Tinggi

Lebih dari 190

Sangat Tinggi

HDL (“Kolesterol Baik”)

Kurang dari 40

Rendah

Lebih dari 60

Tinggi

Total cholesterol (TC)

Kurang dari 200

Yang diperlukan

200-239

Batas normal tertinggi

Lebih dari 240

Tinggi

Triglycerides

Less than 150

Normal

150-199

Batas normal tertinggi

200-499

Tinggi

Equal to or higher than 500

Sangat tinggi

Source: National Heart, Lung, and Blood Institute

Bagaimana Cara Menurunkan Kolsterol?

Buah-buahan dan sayuran secara alami memiliki banyak manfaat dan berkhasiat bagi tubuh manusia serta bebas kolesterol.

Selain memperhatikan manfaat dari buah dan sayuran, kita perlu juga memperhatikan cara pengolahan dan penyajian supaya zat-zat penting yang terkandung di dalamnya agar tak hilang.

Dalam memasak, harus diperhatikan lama pemasakan dan panas yang digunakan. Begitu pula dalam mengupas buah. Sebaiknya tidak terlalu banyak membuang bagian kulitnya karena pada bagian dekat permukaan kulit tersebut banyak mengandung vitamin dan mineral penting. Beberapa buah-buahan bahkan dianjurkan dimakan bersama kulitnya seperti apel, jambu biji, dan pir.

Adapun sayur dan buah-buahan yang bermanfaat dalam menurunkan kolesterol, antara lain :

  • Alpukat
  • Anggur
  • Kedelai
  • Bawang Putih
  • Teh Hijau
  • Ikan Laut

Source :
http://www.pjnhk.go.id/
http://www.heartinfo.org/
http://www.rrionline.com/
http://www.prodia.co.id/

Komentar bertahan »

Kiat Mengelola Kolesterol Tinggi

Gejalanya memang tidak tampak. Itulah yang menyebabkan seseorang dengan risiko berkolesterol tinggi harus rajin memeriksakan darah ke laboratorium. Sementara usaha perbaikan bisa dijalankan melalui diet rendah lemak dan rajin berolahraga. Kalau buntu, obat bisa dijadikan alternatif pamungkas.

“Heran, kadar total kolesterol saya hampir selalu di atas 275 mg/dl. Padahal saya sudah mengurangi makanan tinggi lemak,” keluh Ibu Yus (55), yang berperawakan kurus tinggi. Mengapa Ibu dua orang putri ini harus merisaukan kadar kolesterolnya? Memang, tinggi kolesterol atau hiperkolesterolemia bukanlah suatu penyakit dan juga tidak dirasakan gejalanya. Tapi kalau kita kurang waspada, pembuluh darah bisa rusak atau dinding pembuluh bisa melemah (arterosklerosis). Kalau keterusan bisa berisiko terkena penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke.

Sebenarnya apa fungsi kolesterol dalam tubuh kita? Ia diperlukan dalam berbagai proses metabolisme. Misalnya, selain sebagai bahan pembentuk dinding sel, kolesterol juga dibutuhkan untuk membuat vitamin D. Bahan ini juga berperan dalam penyusunan hormon-hormon steroid, termasuk hormon seks dan kortikosteroid. Demikian juga pembuatan asam empedu yang digunakan untuk mengemulsi lemak.

Kolesterol dibuat dalam hati dan usus halus, tapi “rumahnya” ada di darah. Ia terangkum dalam ikatan lipoprotein, yang terdiri atas chylomicron, VLDL (very low density lipoprotein), LDL(low density lipoprotein) dan HDL(high density lipoprotein).

Lipoprotein tersebut masing-masing mempunyai fungsi. Chyclomicron mengangkut kolesterol yang baru saja dibentuk dalam usus halus untuk kemudian dibawa ke limpa. VLDL bertugas membawa kolesterol yang dikeluarkan dari hati ke jaringan otot untuk disimpan sebagai cadangan energi. LDL mengangkut kolesterol di dalam plasma darah untuk keperluan pertukaran zat. Sayang, dalam menjalankan tugasnya partikel-partikel LDL mudah menempel pada dinding pembuluh koroner. Sementara HDL berperan menangkap kolesterol bebas dari sel-sel membran yang mati, untuk diangkut kembali ke dalam hati. Karena itu HDL dikenal sebagai kolesterol yang baik.

Untuk menilai apakah kadar kolesterol seseorang tinggi atau rendah, harus dilihat pada kadar LDL dan HDL kolesterolnya. Pada tahun 1993 – 1994 NCEP(National Cholesterol Educational Program) memberikan batasan, kadar LDL maksimal bagi orang sehat berisiko rendah (kurang dari dua risiko terhadap PJK), adalah 190 mg/dl, idealnya 160 mg/dl. Bagi orang sehat (bukan penderita PJK atau stroke) yang mempunyai faktor risiko di atas dua, kadar maksimal LDL 160 mg/dl, idealnya 130 mg/dl. Sementara seorang penderita PJK atau stroke, LDL maksimalnya 130 mg/dl, idealnya 100 mg/dl atau di bawahnya.

Untuk melihat apakah seseorang berisiko PJK, bagilah kolesterol total dengan kadar HDL. Rasio yang diperoleh tidak boleh lebih dari 4,5.

Berisiko tinggi

Risiko tinggi untuk mendapat PJK dan stroke erat berhubungan dengan kadar kolesterol tinggi. Khususnya mereka yang mempunyai faktor risiko lebih dari dua, yakni pengidap hipertensi, diabetes mellitus, perokok, obesitas, dan mereka yang mempunyai faktor bawaan. Mereka yang berada di kelompok berisiko tinggi ini harus memperhatikan atau memperbaiki pola hidup sehari-hari. Bagi mereka dianjurkan untuk diet rendah lemak, berolahraga cukup, menjaga berat badan seimbang, dan berhenti merokok.

Stroke karena kolestrol tinggi disebabkan oleh kelainan dinding nadi (ditandai dengan penebalan dan hilangnya elastisitas pembuluh otak (arterosklerosis). Kasus-kasus stroke yang lebih jarang ada yang disebabkan oleh aneorisma pembuluh darah (yang menyebabkan pembuluh mudah pecah), emboli, atau irama jantung tidak normal.

Seseorang dengan kadar kolesterol tinggi memang kurang merasakan gangguan ini. “Karena tidak ada tanda-tanda khas,” kata dr. P. Tedjasukmana dari RS Mitra Keluarga, Jakarta. Namun gejala khas kadang muncul juga pada penderita menahun berupa xanthelasma atau endapan kolesterol berbentuk noda kuning muda di tengah atau di ujung kelopak mata. Gejala lain berupa xanthoma, yakni timbulnya benjolan padat pada tendo (urat) siku, tumit, atau lutut. Biasanya kedua gejala tersebut timbul pada penderita kolesterol bawaan atau genetik (familial hypercholesterolemia). Untuk memastikan benar tidaknya hiperkolesterolemia yang diidap bersifat bawaan, silsilah pasien harus diteliti. Biasanya kasus kolesterol bawaan ini mudah diketahui karena manifestasi klinisnya kuat, walaupun pada beberapa kasus ada pula yang tidak kuat. Tapi tetap saja dr. Tedjasukmana memperingatkan, “Meski manifestasi klinisnya tidak kuat, kalau tidak diimbangi dengan diet rendah lemak secara teratur, akan terkena (hiperkolesterolemia) juga.”

Kalau hati tidak beres

Karena hati merupakan pusat metabolisme lemak, kalau terjadi gangguan pada organ hati dengan sendirinya kadar kolesterol akan terpengaruh. Seseorang yang sedang menderita hepatitis, pasti kadar kolesterolnya meninggi. Demikian juga seseorang dengan sumbatan pada saluran empedunya. Tetapi begitu si penyakit dapat dienyahkan, kadar kolesterol akan normal kembali.

Dalam persentase yang kecil, gangguan pencernaan juga bisa mengganggu keseimbangan kolesterol. Di sini kadar kolesterol meninggi karena enzim pengatur lemaklah yang terganggu. Seseorang dengan kelainan hipotiroid (hormon tiroid rendah) pun bisa terganggu kadar kolesterolnya, karena menurunnya tingkat metabolisme tubuh.

Kolesterol tinggi bisa juga terjadi karena faktor dari luar. Sebut saja salah diet. Seseorang yang merasa sudah mengatur pola makannya seperti Ibu Yus tadi, belum tentu terjamin kadar LDL kolesterolnya akan membaik. “Mungkin ia sudah mengurangi konsumsi daging dan kuning telur, tapi konsumsi santan, kacang tanah, keju atau coklat tetap jalan terus. Tentu saja salah diet ini tidak akan banyak membantu,” kata Tedjasukmana pula.

Diakuinya, memang cara menurunkan kadar LDL dan menaikkan kadar HDL yang tercepat adalah dengan minum obat. Tapi dokter ahli penyakit jantung ini menyarankan sebelum mengkonsumsi obat-obatan, coba dulu mengatur pola makan dan olahraga teratur selama 6 bulan. Orang yang kegemukan harus menurunkan berat badannya terlebih dulu, mereka yang kadar trigliserida tinggi selain lemak, juga harus mengurangi konsumsi gula dan karbohidrat.

Kalau akhirnya harus minum obat, apa boleh buat. Tahun 1980-an adalah era obat kolesterol terbaru yang mengandung statin. Kelompok obat statin (misalnya: zocor, pravachol, lipitor) ini dapat mengerem kerja enzim HMG Coenzyme A (Hydroxy Methyl Glutaryl Coenzyme A) yakni enzim yang mengatur kecepatan reaksi bio-sintese kolesterol dalam hati. Penurunan kadar total dan LDL kolesterol akan terjadi dalam dua minggu pengobatan. Dengan terapi lebih lanjut, kadar trigliserida akan turun pula dan kadar HDL naik sekitar 10%.

Apakah statin boleh diminum seumur hidup? Pada dasarnya setiap dokter tidak menghendaki pasiennya minum obat seumur hidup. Ujung tombak dalam pengobatan hiperkolsterolemia adalah diet rendah lemak. Sebab itu, setelah satu resep pengobatan perlu dihentikan dulu. Pasien berusaha untuk melakukan diet dibarengi olahraga teratur. Kalau sekitar 3-6 bulan setelah pengobatan ternyata kadar kolesterol naik kembali, apa boleh buat. Sebaiknya obat diminum terus daripada menanggung risiko terkena PJK atau stroke. Kalau memang harus diteruskan, sesuaikan dosis yang ditentukan dokter.

Meski demikian, minum obat seumur hidup pun tidak akan menjadikan kadar kolesterol atau trigliserida turun terlalu rendah. Di sisi lain, penelitian menunjukkan, mereka yang minum obat penurun kolesterol dengan tujuan prevensi sekunder (sudah mengidap PJK), angka morbilitas dan mortalitasnya menurun sampai 30% dalam kurun waktu 5 tahun. Sementara pengobatan dengan tujuan prevensi primer (orang sehat dengan kadar kolesterol tinggi) menunjukkan hasil yang juga bagus (tingkat terjadinya PJK dan kematian karena PJK menurun).

Efek sampingan statin, sampai saat ini masih bisa diabaikan. Yang dapat terjadi paling-paling gangguan fungsi hati (kadar SGOT-SGPT) meningkat sesaat. Efek sampingan yang sangat jarang (kurang dari 0,5%) adalah terjadinya kerusakan sel otot (rhabdomyolysis) yang bisa berakibat gagal ginjal. Sedangkan efek sampingan ringan yang tidak berbahaya adalah setelah makan obat terasa kembung, sedikit mual, otot sedikit kencang atau pegal. Tapi ini hanya dirasakan dalam jangka waktu tertentu.

Tahukah Anda, obat kolesterol mana pun hendaknya dikonsultasikan ke dokter? Sebab ada beberapa jenis yang kandungannya mungkin tidak cocok dengan kebutuhan tubuh Anda, atau kurang mempan. Obat yang sering didengung-dengungkan melalui iklan pun hendaknya dikonsultasikan dulu ke dokter sebelum Anda mengkonsumsinya.

Olahraga teratur

Timbul pertanyaan, olahraga yang bagaimana yang efektif menurunkan kadar kolesterol? Oleh dr. Tedjasukmana disarankan untuk melakukan olahraga yang melibatkan otot-otot besar tubuh, paha dan lengan atas serta pinggul. Bisa disebut: senam aerobik, jalan kaki, berenang, joging, atau bersepeda; lakukan paling tidak tiga kali seminggu masing-masing 1 jam. Lima sampai sepuluh menit pertama digunakan untuk pemanasan, 30 menit untuk olahraga, dan 10 menit terakhir pendinginan. Olahraga dilakukan secara bertahap dan progresif. Setelah 30 menit berolahraga, detak nadi diukur yakni 70% dari nadi maksimum. Yang sudah menginjak usia setengah baya ke atas, sebelum melaksanakan olahraga rutin hendaknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah dirinya mengidap penyakit degeneratif, seperti hipertensi, PJK, atau diabetes.

“Nikmatilah olahraga yang kita lakukan, jangan merasa terpaksa, karena olahraga harus dilakukan secara rutin seumur hidup,” katanya. Olahraga teratur, selain membuat kadar kolesterol menjadi normal, tekanan darah dan kadar gula darah pun ikut jadi normal, serta dapat mencegah terjadinya osteoporosis (kekeroposan tulang).

Olahraga teratur saja belum cukup, tapi masih harus disertai diet rendah lemak. Dalam makanan ada 3 macam lemak yakni saturated (lemak jenuh), monounsaturated (lemak tak jenuh tunggal), dan polyunsaturated (lemak tak jenuh ganda). Makanan seperti kuning telur, jerohan, otak sapi mengandung minyak jenuh sehingga harus dihindari. Makanan laut seperti udang dan kepiting, yang mengandung minyak tak jenuh tunggal, masih boleh dikonsumsi meski dalam jumlah terbatas. Sedangkan ikan yang berasal dari laut dalam (tenggiri, tuna), yang mengandung minyak tak jenuh ganda dan Omega 3 hendaknya banyak dikonsumsi karena dapat membantu menaikkan HDL dan menurunkan LDL. “Idealnya konsumsi makanan kita mengandung lemak di bawah 30%, karbohidrat 50-60%, dan protein 20%. Konsumsi makanan berkolesterol jangan sampai lebih dari 300 mg/hari. Hentikan juga kebiasaan merokok yang dapat memicu penebalan atau penyempitan pembuluh darah.

Dengan memperhatikan tips di atas, siapa tahu kadar kolesterol Anda akan terpelihara dengan lebih baik. (Nanny Selamihardja)

Komentar bertahan »

KOLESTEROL TINGGI? HAJAR PAKAI SELEDRI

Salah satu penyakit paling populer di zaman ini ialah kelebihan kolesterol atau hiperkolesterolemia. Ia ditakuti lantaran bisa mengganggu kesehatan jantung. Dengan berpantang makanan sumber kolesterol, kadar kolesterol darah ini bisa dikurangi. Kalaupun sudah kadung tinggi, bisa diturunkan dengan mengkonsumsi bahan alami seperti seledri, bawang putih, bawang prei, atau temulawak.
Seorang pria eksekutif muda tiba-tiba saja menolak ajakan rekan-rekannya menyantap tongseng ketika makan siang bersama di sebuah warung. Padahal sebelumnya, makanan lezat yang terbuat dari daging kambing ini termasuk favoritnya. Setelah diledek macam-macam, akhirnya dia buka kartu. “Gua kena kolesterol, nih!”. Rupanya, dia menderita kelebihan kadar kolesterol alias hiperkolesterolemia. Ia lalu bercerita, seminggu sebelumnya hasil pemeriksaan kesehatannya menunjukkan kadar kolesterol dalam darahnya sudah menembus plafon sehat.

Dokter memang memberinya resep obat, tetapi – tahu sendiri – harganya mahal. Ia hanya menebus resep sekali saja. Sebagai gantinya ia bertanya sana-sini adakah bahan alami berkhasiat obat untuk melawan hiperkolesterolemia, selain mencoba melakukan olahraga dan diet secara teratur.

Celakanya, hiperkolesterolemia termasuk gangguan yang relatif baru diketahui dalam dunia kedokteran. Makanya, tidak dikenal obat tradisionalnya. Kalaupun kemudian diketahui obat alami untuk kondisi ini, sifatnya bukanlah warisan nenek moyang. Untunglah, beberapa penelitian sudah membuktikan adanya sejumlah bahan alami yang bisa dijadikan obat.

Beberapa tanaman yang telah diteliti dan memberi indikasi positif dalam penyembuhan hiperkolesterolemia di antaranya adalah tanaman yang biasa dipakai sebagai bahan sayur dan bumbu dapur. Umpamanya, bawang putih, bawang prei, seledri, temulawak, belimbing wuluh, kunyit, dan teh hijau.

Seperti diketahui, selain bisa dibuat oleh tubuh di dalam hati, kolesterol yang merupakan substansi lemak itu hanya ditemukan dalam bahan makanan hewani. Dua komponen penting dari kolesterol adalah LDL (low-density lipoprotein), yang disebut pula kolesterol “jahat”, dan HDL (high-density lipoprotein) yang disebut kolesterol “baik”.

Sebenarnya, kita hanya perlu sejumlah kecil kolesterol yaitu untuk membuat dan memelihara sel-sel saraf serta untuk membuat hormon. Kalau kadar kolesterol dalam pembuluh darah berlebihan, maka sebagian kolesterol itu akan mengendap. Hal ini memungkinkan terjadinya kalsifikasi atau pengapuran sehingga pembuluh darah tidak elastis lagi. Akibatnya, timbul tekanan darah tinggi.


Temulawak, rimpang yang juga banyak dipakai untuk ramuan jamu.

Keadaan itu dapat membahayakan, terutama bila sampai menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Apalagi pembuluh yang pecah adalah pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Bila pengapuran terjadi di pembuluh darah jantung, organ vital ini akan kekurangan pasokan darah sehingga kekuatannya berkurang. Kalau aliran darah sampai tersendat, akan terjadi infark jantung yang membuat denyut jantung tidak teratur atau sama sekali tidak kuat. Akibatnya bisa fatal.

Mencegah penggumpalan darah
Untuk mencegah agar tidak mencapai tahap yang fatal, mau tidak mau kadar kolesterol harus dinormalkan dengan menurunkan LDL dan meningkatkan HDL dalam darah. Penelitian menunjukkan, untuk setiap penurunan tingkatan kolesterol 1%, risiko penyakit jantung dikurangi sampai 2%.

Pada hewan percoban, sari bawang putih Allium sativum terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol serum dan trigliserida dalam serum darah. Ia juga dapat menaikkan kadar HDL serta meningkatkan aktivitas fibrinolitik. Umbi bawang putih ini pun bisa mencegah terjadinya infiltrasi (penyusupan) lemak, menghambat atau mencegah agregasi platelet (bagian darah yang berperan dalam pembekuan darah), sehingga penggumpalan darah tidak terjadi. Semua ini mencegah terjadinya pengapuran dan akan mencegah terjadinya tekanan darah tinggi serta serangan jantung (koroner). Maka tak salah kalau bawang putih juga dikatakan bersifat antiarteriosklerosis. Percobaan pada manusia lebih berarti untuk pencegahan.

Seluruh bagian tanaman bawang putih mengandung minyak atsiri. Kandungan senyawa itu lebih banyak terdapat di dalam daunnya ketimbang pada umbinya. Sayangnya, bawang putih mengeluarkan aroma menyengat. Untuk menghilangkannya telah dicoba dengan mencampurnya dengan minyak atsiri sirih. Juga telah dicoba dengan menggunakan campuran daun beluntas. Secara in vitro, daun beluntas bisa menghilangkan bau bawang putih, tetapi tidak mempengaruhi potensi bawang putih.

Diperlukan dua siung bawang putih atau sekitar 4 g setiap kali mengkonsumsinya. Umbi putih dengan rasa menyengat ini dikunyah hingga halus baru ditelan. Setelah itu minum air hangat secukupnya. Ini dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari.

Penelitian menggunakan seledri Apium graveolens L. menunjukkan hasil positif pada tikus putih. Kadar kolesterol darah hewan percobaan yang diberi rebusan daun seledri ternyata menurun.


Rasa dan aroma bawang putih memang menyengat, tapi demi kesehatan, jangan dipersoalkan.

Di dalam daun seledri terkandung senyawa glukosida, apiin, dan apoil yang memberi aroma khas. Namun, senyawa apa yang berkhasiat menurunkan kadar kolesterol darah belum terungkap.

Bila daun ini dipilih sebagai obat, diperlukan sebatang seledri yang direbus dengan 1 gelas minum air hingga mendidih. Setelah dingin, minumlah air rebusan itu. Dalam sehari cukup minum satu kali.

Terbukti pada hewan percobaan
Begitu pula ekstrak temulawak Curcuma xanthorrhiza dan kunyit Curcuma domestica. Keduanya dapat menurunkan kadar kolesterol darah hewan percobaan. Dengan dosis 6 ml, 8 ml, dan 10 ml, rimpang temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci yang mengalami hiperlipidemia. Pada dosis 10 mg, 15 mg, dan 20 mg kurkuminoid temulawak menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida. Khusus pada dosis 20 mg, pengaruh yang diberikan berupa peningkatan HDL-kolesterol darah. Sementara, kunyit mempunyai sifat menurunkan kadar kolesterol pada tikus. Ini berkat kurkumin yang terkandung di dalamnya.

Daun bawang prei (Allium porrum L., A. fistulosum L.) termasuk yang telah diteliti kemampuannya dalam menurunkan hiperkolesterolemia. Dalam penelitian itu, digunakan tikus yang diberi ekstrak daun bawang prei yang jumlahnya setara dengan 10 g bawang daun/kg BB (berat badan)/hari selama 60 hari. Hasilnya ternyata meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol darah tikus. Tapi pada tikus yang dietnya diberi sukrosa, pemberian ekstrak dengan jumlah dan jangka waktu sama ternyata dapat menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol darah.

Buah belimbing wuluh Averrhoa bilimbi L. yang biasa digunakan sebagai bagian dari bumbu masak atau sayur, terbukti pula menurunkan kadar kolesterol darah. Dari penelitian terbukti, air perasan belimbing wuluh dengan volume 1 ml, 1,5 ml, 2 ml, dan 2,5 ml secara oral pada tikus putih dapat menurunkan kadar kolesterol dalam serum darahnya.

Sementara pada dosis tertentu, 0,54 g/200 g BB, teh hijau ternyata mampu menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida, dan berat badan tikus putih. Tapi teh hijau tidak mempengaruhi kadar kolesterol HDL.


Tikus yang dietnya diberi sukrosa bawang prei, kadar kolesterol darahnya turun.

Sayangnya, takaran optimal empat bahan obat terakhir untuk menurunkan kadar kolesterol pada manusia belum diketahui. Ini lantaran penelitian belum sampai pada penerapannya bagi manusia. Data empiris pun masih belum ditemukan. Untuk memanfaatkannya, memang perlu percobaan. Yang pasti, semua tanaman tadi dalam penelitian tidak menunjukkan sifat toksik (beracun), sehingga relatif aman untuk dicoba dalam upaya menurunkan kadar kolesterol darah.

Bagaimanapun pengobatan merupakan langkah baik untuk menurunkan kadar kolesterol darah yang telanjur tinggi. Namun, tindakan pencegahan tetap lebih baik. Beberapa patokan sederhana untuk mencegah hiperkolesterolemia di antaranya menambah kadar serat dapat larut dalam diet dengan makan buah-buah, sayuran, kekacangan, dan bebijian; memilih lauk produk daging putih atau ikan; menyingkirkan kulit sebelum memasak ayam; memilih daging tak berlemak dan membuang semua lemak yang ada, serta mengkonsumsi dalam porsi sedang.

Juga membatasi jumlah kacang tanah yang dikonsumsi; membatasi penggunaan mentega, margarin, keju, dan minyak goreng dari kelapa atau kelapa sawit, sebaliknya gunakan minyak bunga matahari, kedelai, kanola, atau minyak zaitun; memilih produk-produk makanan dan minuman yang tanpa atau rendah lemak; dan bila kelebihan bobot badan, sebaiknya lakukan penurunan bobot badan dan olahraga. (Drs. B. Dzulkarnain)

Informasi lebih lanjut bisa ditelusuri di antaranya dalam kepustakaan berikut:

  1. Dirghantara, E. 1994. Efek Ekstrak Sari Seduhan Daun Teh Hijau (Camellia sinensis O. Kuntze.) terhadap Kadar Kolesterol dan Trigliserida Tikus Putih yang Diberi Diet Kuning Telur dan Sukrosa. Jurusan Farmasi, FMIPA UI. Jakarta.
  2. Gunawan, N., 1988. Pengaruh Campuran Ekstrak Bawang Putih dan Daun Beluntas terhadap Kadar Kolesterol Serum Darah Tikus Putih. Fak. Farmasi, UGM. Yogyakarta.
  3. Hutagalung, J.S., 1986. Penelitian Pendahuluan Pengaruh Perasan Belimbing Asam (Averrhoa bilimbi L.) terhadap Kadar Kolesterol dalam Serum Darah Tikus. Jurusan Biologi, FMIPA Unair. Surabaya.
  4. Idris, N. S., 1990. Penelitian Pendahuluan Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Seledri (Apium greaveolens L) terhadap Kadar Kolesterol Darah Tikus Putih. Jurusan Biologi, Unas. Jakarta.
  5. Pramadhia B., 1988. Pengaruh Kurkuminoid dari Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap Kolesterol Total, Trigliserida, HDL-kolesterol Darah Kelinci dalam Keadaan Hiperlipidemia. Jurusan Farmasi, FMIPA Unpad. Bandung.
  6. Perry, L. M., Metger, Y., 1980. Medicinal Plants of East Asia and Southeast Asia. The MIT Press. Cambridge, Massachusetts, London.
  7. Yusuf, A., 1988. Pengaruh Ekstrak Eter Bawang Prei (Allium porrum L.) terhadap Kadar Glukosa, Triasilgliserol, dan Kolesterol Plasma Darah Tikus yang Diberi Diet Sukrosa. Jurusan Farmasi, FMIPA UI, Jakarta

Komentar bertahan »

Makanan dan Minuman Penurun Kolesterol

Blueberries Satu lagi informasi yang mungkin dapat bermanfaat. Kali ini mengenai makanan dan minuman penurun kolesterol.
Anggapan mengenai tingginya kolesterol dalam darah hanya bisa terjadi pada manula atau mereka yang usianya sudah kepala empat, sungguh salah besar.
Menurut dr. Suyanto Sidik Sp.PD dari RS Internasional Bintaro, Banten, kolesterol tinggi bisa terjadi pada usia muda, bahkan di usia belasan.

Tips menurunkan kolesterol:

  • Hindari atau kurangi mengkonsumsi makanan dan minuman berminyak, berlemak, dan mengandung kolesterol tinggi.
    Contoh: jeroan, kepiting, udang, kerang, kacang-kacangan, daging, santan, minyak, margarin, cokelat, dan gula.
  • Olahraga
    Menurut Prof. Dr. Walujo S. Soerjodibroto, Ph.D, guru besar FKUI – Departemen Ilmu Gizi, tubuh manusia sangat susah mengeluarkan kolesterol. Agar kolesterol tidak menumpuk maka harus dikeluarkan secara paksa. Caranya dengan banyak beraktivitas fisik.
    Lakukan olahraga rutin minimal 20 menit setiap hari.
  • Perbanyak konsumsi makanan dan minuman yang dapat menurunkan kadar kolesterol.
    Semua buah dan sayuran mengandung serat. Jadi, semua buah dan sayuran juga mampu menurunkan kolesterol. Serat dapat mengikat kolesterol sehingga tak beredar dalam darah. Sedangkan vitamin C untuk homeostasis alias pengatur keseimbangan kolesterol.Yang perlu diingat, sayuran yang kaya vitamin C cukup direbus setengah matang. Kalau sampai matang, vitaminnya hilang.Jika sayuran atau buah-buahan dibuat menjadi jus, minumlah bersama ampasnya, karena ampas itu merupakan sumber serat yang mampu menurunkan kadar kolesterol.

Beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol adalah sebagai berikut:

BAWANG PUTIH
– Konsumsi bawang putih setengah sampai satu siung sehari secara kontinyu selama satu bulan mampu menurunkan kolesterol sebanyak 9%. Harap dosisnya diperhatikan benar! Jika terlalu banyak, tak baik bagi kesehatan. Mengonsumsi lebih dari tiga siung setiap hari dapat menimbulkan diare, kentut, sebah, dan demam. Bahkan bisa memunculkan perdarahan lambung.

Salah satu zat antikolesterol paling kuat pada bawang putih adalah ajoene. Senyawa ini juga dapat mencegah penggumpalan darah. Walau bawang putih dimasak, kandungan senyawa ini tidak rusak. Pada 1981, peneliti dari Pusat Riset Obat-obatan di Tagore Medical College, India, melaporkan efek bawang putih mentah dan goreng yang diujicobakan pada 20 pasien dengan riwayat penyakit jantung. Menurut laporannya, terdapat pengurangan kecenderungan pembentukan bekuan darah pada pembuluh darah mereka. Ini ditunjukkan oleh aktivitas fibrinolitik yang meningkat. Penelitian juga mengemukakan, khasiat memang sedikit berkurang bila bawang digoreng, tapi tak terlalu bermakna. Jadi pandangan umum yang menyatakan bawang putih akan kehilangan efeknya bila dimasak adalah salah.

Khasiat bawang putih juga bergantung pada tempat tumbuhnya. Bawang putih yang tumbuh di tanah kaya selenium akan mengandung selenium yang tinggi pula sehingga manfaatnya sebagai obat antipenuaan akan lebih terasa.

TEMPE
– Sekalipun berasal dari rumpun kacang-kacangan, tempe sangat ampuh dalam menurunkan kolesterol. Tempe memiliki kandungan niacin yang mampu menurunkan kolesterol. Tempe mengandung niacin 5 x lebih banyak daripada kedelai. Selain juga mengandung isoflavon yang sudah teruji bisa menurunkan kolesterol.

TEH
– Menurut penelitian, EGCG (epigallocatechin gallate), yaitu komponen bioaktif paling dominan dalam teh terbukti mampu mencegah percepatan oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat). Artinya dengan mengonsumsi teh setiap hari dalam jumlah yang wajar, risiko penyumbatan pembuluh darah penyebab penyakit jantung dapat dikurangi.

ANGGUR
– Selain serat, di dalam buah anggur terdapat pula zat catechin yang sangat baik dalam menurunkan kolesterol.

APEL
– Buah yang satu ini sangat terkenal kaya akan serat dan zat antioksidan. Sudah tentu apel pun kaya vitamin C. Maka dari itu, apel bisa juga diandalkan sebagai penurun kolesterol. Sebaiknya apel dikonsumsi beserta kulitnya, karena di kulit inilah terdapat kandungan pektin (serat larut yang ampuh sekali dalam menurunkan kadar kolesterol) dan antioksidan paling banyak.

ALPUKAT/AVOKAD
– Selama ini avokad dikenal kaya akan lemak. Tak heran jika buah ini selalu dijauhi manakala kolesterol sedang tinggi, padahal avokad sangat baik untuk menurunkan kolesterol. Buah ini mengandung asam lemak tak jenuh yang baik untuk menurunkan kolesterol jahat.

BLUEBERRY
– Buah blueberry mungkin dapat dijadikan salah satu pengobatan alternatif dalam menurunkan kolesterol di tubuh kita. Karena penelitian yang dilakukan para ahli di Amerika dengan menggunakan binatang pengerat memberikan hasil yang memuaskan dalam menurunkan kolesterol.

Walaupun ini baru merupakan penelitian awal, tapi telah memberikan harapan baru untuk mengembangkannya sebagai salah satu pengobatan. Penelitian ini diungkapkan pada pertemuan American Chemical Society.

Komponen yang ada dalam blueberry, Pterostilbene, menunjukkan efek yang menstimulasi protein reseptor yang ada dalam sel, yang berperan penting dalam menurunkan kolesterol dan lemak tubuh lainnya.

Kerja Pterostilbene ini, mirip dengan kerja dari obat penurun kolesterol, Ciprofibrate. Ciprofibrate ini efektif dalam menurunkan kolesterol dalam darah, tapi dapat menimbulkan efek samping seperti nyeri otot dan mual pada beberapa orang. Sedang blueberry, yang bekerja pada reseptor sel hati sebagai target kerjanya, akan bekerja lebih akurat. Sehingga efek sampingnya juga lebih kecil. Dalam penelitian ini juga tidak ditemukan adanya efek samping.

Penelitian lainnya pada blueberry, menyebutkan bahwa Pterostilbene mungkin juga dapat membantu melawan kanker dan diabetes. Dan juga tidak tertutup kemungkinan dipakai untuk mencegah kegemukan dan penyakit jantung.

Penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan setelah penelitian di laboratorium ini membawa hasil yang menjanjikan. Tapi yang tetap penting harus terus dilakukan adalah tetap melakukan aktifitas fisik yang disertai dengan pola makan yang sehat, banyak konsumsi sayur dan buah dan rendah lemak jenuh. Semua itu merupakan cara terbaik dalam menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung.

IKAN
– Ikan sangat kaya asam lemak tak jenuh (omega3). Selain dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, asam lemak ini juga mencegah terjadinya pengumpulan keping-keping darah yang mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah.

Berdasarkan habitatnya terdapat dua golongan ikan; ikan air tawar dan ikan laut. Habitat ikan memengaruhi kandungan zat gizi ikan. Ikan air tawar kaya akan karbohidrat dan protein, sedangkan ikan laut kaya akan lemak tak jenuh, vitamin dan mineral.

Tabel kandungan Asam Lemak Omega-3 per 100 gram
Jenis ikan Asam Lemak Omega-3 (gram)
Tuna 2,1
Sardin 1,2
Salmon 1,6
Makarel 1,9
Herring 1,2
Teri 1,4
Tongkol 1,5
Tenggiri 2,6
Tawes 1,5
Kembung 2,2

Sumber:

Komentar bertahan »

Cara Cerdas Menyikapi Kolesterol

Ada yang bilang bahwa seiring dengan semakin baik tingkat ekonomi maka kesempatan untuk makan enak pun semakin besar. Makan enak dapat diartikan dengan makan makanan yang rasanya enak. Tapi istilah makanan enak di kota-kota besar ternyata berupa makanan yang gurih, gorengan, berlemak, serta minim serat.

Semua orang pasti suka makan enak. Namun, jangan sampai kebablasan karena berbahaya bagi kesehatan. Kolesterol yang banyak dikandung makanan enak tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit akibat gangguan pembuluh darah melalui proses penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah yang disebut dengan aterosklerosis.

Agus (39) baru menyadari bahwa dirinya menderita hiper-kolesterol, istilah untuk kadar kolesterol dalam darah tinggi, setelah memeriksakan darahnya ke laboratorium. Hasil laboratorium menunjukkan angka 249 mg/dL yang termasuk kadar kolesterol tinggi. Ia tidak menyangka di usianya yang relatif masih muda sudah menderita hiper-kolesterol.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa hiperkolesterol merupakan faktor risiko penyebab kematian di usia muda. Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia pada tahun 2002, tercatat sebanyak 4,4 juta kematian akibat hiperkolesterol atau sebesar 7,9% dari jumlah total kematian di usia muda.

Padahal hiperkolesterol atau hiperlipidemia termasuk faktor risiko utama penyakit gangguan pembuluh darah seperti PJK yang dapat diubah. Jangan tunggu penyakit datang tapi lakukanlah cara untuk memperbaikinya. Tidak cukup cara biasa untuk mengatasi hiperkolesterol, diperlukan cara cerdas untuk menyikapi kolesterol.

Untuk itu, mari kita simak penjelasan berikut ini:

  1. Kolesterol, Termasuk Keluarga Lemak
  2. Lemak Jahat (LDL) vs Lemak Baik (HDL)
  3. Aterosklerosis dan Efek Buruknya
  4. Apakah Kadar Kolesterol Saya Normal?
  5. Kolesterol Harus Dikontrol
  6. Cara Cerdas Menyikapi Kolesterol
  7. Pengobatan Hiperkolesterol
  8. Profil dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK sebagai narasumber

Kolesterol, Termasuk Keluarga Lemak

Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Seperti kita ketahui, lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi. Disamping sebagai salah satu sumber energi, sebenarnya lemak atau khususnya kolesterol memang merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita terutama untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh.

Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid. Kolesterol yang kita butuhkan tersebut, secara normal diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Tetapi ia bisa meningkat jumlahnya karena asupan makanan yang berasal dari lemak hewani, telur dan yang disebut sebagai makanan sampah (junkfood).

Kolesterol dalam tubuh yang berlebihan akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan suatu kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Lemak Jahat (LDL) vs Lemak Baik (HDL)

dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK dari Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, menjelaskan, “Kolesterol adalah suatu jenis lemak yang ada dalam tubuh dan dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida.”

Dari hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL (Low Density Lipoprotein) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan, termasuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Kelebihan kolesterol akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL (High Density Lipoprotein) untuk dibawa kembali ke hati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam (cairan) empedu.

LDL mengandung lebih banyak lemak daripada HDL sehingga ia akan mengambang di dalam darah. Protein utama yang membentuk LDL adalah Apo-B (apolipoprotein-B). LDL dianggap sebagai lemak yang “jahat” karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah.

Sebaliknya, HDL disebut sebagai lemak yang “baik” karena dalam operasinya ia membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama yang membentuk HDL adalah Apo-A (apolipoprotein). HDL ini mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi sehingga lebih berat.

Aterosklerosis dan Efek Buruknya

Kolesterol yang berlebihan dalam darah akan mudah melekat pada dinding sebelah dalam pembuluh darah. Selanjutnya, LDL akan menembus dinding pembuluh darah melalui lapisan sel endotel, masuk ke lapisan dinding pembuluh darah yang lebih dalam yaitu intima.

“LDL disebut lemak jahat karena memiliki kecenderungan melekat di dinding pembuluh darah sehingga dapat menyempitkan pembuluh darah. LDL ini bisa melekat karena mengalami oksidasi atau dirusak oleh radikal bebas,” kata dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK.

LDL yang telah menyusup ke dalam intima akan mengalami oksidasi tahap pertama sehingga terbentuk LDL yang teroksidasi. LDL-teroksidasi akan memacu terbentuknya zat yang dpat melekatkan dan menarik monosit (salah satu jenis sel darah putih) menembus lapisan endotel dan masuk ke dalam intima.

Disamping itu LDL-teroksidasi juga menghasilkan zat yang dapat mengubah monosit yang telah masuk ke dalam intima menjadi makrofag. Sementara itu LDL-teroksidasi akan mengalami oksidasi tahap kedua menjadi LDL yang teroksidasi sempurna yang dapat mengubah makrofag menjadi sel busa.

Sel busa yang terbentuk akan saling berikatan membentuk gumpalan yang makin lama makin besar sehingga membentuk benjolan yang mengakibatkan penyempitan lumen pembuluh darah.

Keadaan ini akan semakin memburuk karena LDL akan teroksidasi sempurna juga merangsang sel-sel otot pada lapisan pembuluh darah yang lebih dalam (media) untuk masuk ke lapisan intima dan kemudian akan membelah-belah diri sehingga jumlahnya semakin banyak.

Timbunan lemak di dalam lapisan pembuluh darah (plak kolesterol) membuat saluran pembuluh darah menjadi sempit sehingga aliran darah kurang lancar.

Plak kolesterol pada dinding pembuluh darah bersifat rapuh dan mudah pecah, meninggalkan “luka” pada dinding pembuluh darah yang dapat mengaktifkan pembentukan bekuan darah.

Karena pembuluh darah sudah mengalami penyempitan dan pengerasan oleh plak kolesterol, maka bekuan darah ini mudah menyumbat pembuluh darah secara total. Kondisi ini disebut dengan aterosklerosis.

Aterosklerosis bisa terjadi pada arteri di otak, jantung, ginjal, organ vital lainnya dan lengan serta tungkai.

Jika aterosklerosis terjadi di dalam arteri yang menuju ke otak (arteri karotid), maka bisa terjadi stroke. Jika terjadi di dalam arteri yang menuju ke jantung (arteri koroner), bisa terjadi serangan jantung.

Apakah Kadar Kolesterol Saya Normal?

pemeriksaan kolesterolSangat penting untuk mengetahui apakah kadar kolesterol darah kita normal atau tidak. Mungkinkah ada gejala yang bisa dijadikan tanda bahwa kadar kolesterol kita sudah tinggi?

“Sebagian besar hiperkolesterol tidak menimbulkan gejala, itu repotnya,” ujar dr. Samuel Oetoro. Kadar kolesterol yang tinggi menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga oksigen menjadi kurang, sehingga gejala yang timbul adalah gejala kurang oksigen seperti sakit kepala, pegal-pegal.

“Namun, banyak yang tanpa gejala, makanya sering check up minimal 1 tahun sekali,” saran dr. Samuel Oetoro. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui hiperkolesterol sedini mungkin sehingga dapat mencegah penyakit yang diakibatkan.

Pembuluh darah yang terganggu paling sering menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Tapi, tidak hanya kedua penyakit mematikan tersebut, ternyata pembuluh darah yang terganggu juga dapat menyebabkan impotensi.

Kadar kolesterol dalam darah dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan darah di laboratorium kesehatan. Hasilnya akan dibandingkan dengan tabel klasifikasi kadar kolesterol sehingga dapat ditentukan golongannya.

Tabel Klasifikasi LDL dan HDL Kolesterol, Total Kolesterol dan Trigliserida

LDL (“Kolesterol jahat”)
Kurang dari 100 Optimal
100-129 Mendekati optimal
130-159 Batas normal tertinggi
160-189 Tinggi
Lebih dari 190 Sangat tinggi
HDL (“Kolesterol Baik”)
Kurang dari 40 Rendah
Lebih dari 60 Tinggi
Total cholesterol (TC)
Kurang dari 200 Yang diperlukan
200-239 Batas normal tertinggi
Lebih dari 240 Tinggi
Trigliserida (TGA)
Kurang dari 150 Normal
150-199 Batas normal tertinggi
200-499 Tinggi
Sama atau lebih dari 500 Sangat tinggi

Kolesterol Harus Dikontrol

dr Samuel Oetoro menegaskan bahwa, “kadar kolesterol harus dikontrol, kadar total kolesterol jangan lewat ambang standar yaitu 200 mg/dL, kadar trigliserida (TGA) kurang dari 150 mg/dL, kadar HDL harus tinggi yaitu lebih dari 50 mg/dL, dan kadar LDL jangan lebih dari 100mg/dL.”

“Agar total kolesterol, LDL, TGA terkontrol, lakukan pengaturan makanan dan melakukan aktivitas,” saran dr Samuel Oetoro. Pengaturan makan ini beperan dalam membatasi jumlah kolesterol yang masuk ke dalam tubuh. Tubuh dapat menghasilkan kolesterol yang diperlukan di dalam tubuh yaitu oleh organ hati.

Dalam mengatur makan, hindari makanan yang mengandung kolesterol yaitu minyak dan lemak hewan, antara lain daging sapi/kambing/babi, kulit ayam, jerohan, otak, hati ayam, cumi, udang, kerang, kepiting, kuning telur. Kolesterol bebeda dengan TGA. Sumber TGA antara lain gorengan, santan, asam lemak trans, margarine, butter.

“Agar hidup tidak dirusak oleh lemak kita harus menjaga asupan makan agar jangan berlebihan. Diet yang bagus agar terkontrol adalah rendah lemak jelek tapi tinggi lemak yang baik,” tambah dr. Samuel Oetoro.

Untuk mengetahui apakah kolesterol kita terkontrol perlu dilakukan pemeriksaan kolesterol secara berkala. Kadar kolesterol hanya dapat diketahui secara akurat melalui pemeriksaan kolesterol darah. Anda bisa langsung datang ke laboratorium kesehatan terdekat yang memiliki paket pemeriksaan kolesterol lengkap. Hasilnya pun dapat dikonsultasikan dengan dokter ahli.

Namun, jika Anda tidak sempat ke laboratorium, Anda bisa menggunakan alat cholesterol-meter yang dapat langsung memeriksa kadar kolesterol dalam darah. Bentuk dan fungsinya pun mirip dengan glucose-meter pada diabetisi. Hanya saja cholesterol-meter ini mengukur kolesterol dalam darah bukan glukosa.

Cara Cerdas Menyikapi Kolesterol

Cara cerdas menyikapi kolesterol adalah dengan mengubah pola hidup,” ujar dr. Samuel Oetoro. Lakukan pola hidup segar dan bugar yang terdiri dari 4S yaitu makan sehat, berpikir sehat, istirahat sehat dan aktivitas sehat.

Makan sehat dapat diartikan dengan menghindari makanan yang tinggi lemak dan sumber kolesterol, hindari alkohol dan konsumsi gula yang berlebihan. Makanlah makanan tinggi serat, gunakan minyak mufa (mono-unsaturated fatty acid) dan pufa (poly-unsaturated fatty acid), suplementasi minyak ikan, vitamin antioksidan dan pertahankan berat badan ideal.

Minyak atau lemak nabati (lemak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan) masih dapat Anda konsumsi asal tidak berlebihan, sebab lemak nabati tidak mengandung kolesterol dan sedikit kadar lemak jenuhnya (saturated fat).

Senyawa lemak yang banyak terdapat dalam lemak nabati adalah lemak tak jenuh (unsaturated fat) yang tidak menaikkan kadar kolesterol darah, bahkan menurut beberapa laporan penelitian dapat menurunkan kadar kolesterol LDL.

“Makan lemak yang baik seperti asam lemak omega-3, omega-6 dan omega-9,” ujar dr. Samuel Oetoro. Asam lemak omega-3 terdapat pada ikan laut dalam seperti ikan salmon, ikan tuna, asam lemak omega-6 terdapat pada minyak jagung dan minyak kedelai, sedangkan asam lemak omega-9 terdapat pada alpukat, minyak zaitun dan canola oil.

“Tapi minyak tersebut bukan untuk menggoreng. Banyak orang keliru dengan dibuat menggoreng. Padahal jika digoreng akan menjadi lemak yang jelek. Sebaiknya diminum atau sebagai dressing salad,” tambah dr. Samuel Oetoro.

aerobicFaktor yang berperan membantu terjadinya aterosklerosis adalah radikal bebas. Tapi jangan khawatir, radikal bebas dapat ditangkal dengan antioksidan yang banyak terkandung dalam buah-buahan seperti jeruk, strawberry dan anggur, juga sayuran terutama yang berwarna merah seperti tomat dan wortel.

Dalam berpikir sehat, diperlukan pengelolaan stress dengan baik. Jika anda hidup dan bekerja di kota besar, bisa dipastikan sangat sukar untuk bebas stress. Namun, Anda bisa mengelola stress Anda dengan baik, sehingga justru dapat memacu kreativitas dan semangat Anda. Akhirnya peningkatan derajat kehidupan dan kesehatan Anda.

Berolah-raga secara teratur sudah dibuktikan pula dapat menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan kadar kolesterol HDL. Olahraga membantu membakar kolesterol/lemak dalam tubuh menjadi energi.

Pengobatan Hiperkolesterol

“Dalam menangani hiperkolesterol, terlebih dahulu melakukan pengaturan makan (diet) dan olahraga. Obat untuk hiperkolesterol baru diperlukan bila setelah 1-2 bulan mengatur makan dan olahraga tidak mengalami perbaikan,” ungkap dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK.

Obat hiperkolesterol yang beredar di Indonesia dibagi menjadi lima, antara lain Asam Fibrat, Resin, Penghambat HMGCoa reduktase, Asam nikotinat dan Ezetimibe.

Obat yang termasuk golongan asam fibrat adalah Gemfibrozil, Fenofibrate dan Ciprofibrate. Gemfibrozil sangat efektif dalam menurunkan trigliserid plasma. Gemfibrozil meningkatkan aktivitas lipoprotein lipase sehingga bersihan partikel kaya trigliserid meningkat. Kadar kolesterol HDL juga meningkat pada pemberian Gemfibrozil.

Fibrate menurunkan produksi LDl dan meningkatkan kadar HDL. LDL ditumpuk di arteri sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung, sedangkan HDL memproteksi arteri atas penumpukkan itu.

Obat antihiperlipidemik yang termasuk golongan resin adalah Kolestiramin (Chlolestyramine). Obat antihiperlidemik ini bekerja dengan cara mengikat asam empedu di usus dan meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah.

Penghambat HMGCoa reduktase antara lain Pravastatin, Simvastatin, Rosavastatin, Fluvastatin, Atorvastatin. Golongan ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan kolesterol dengan cara menghambat kerja enzim yang ada di jaringan hati yang memproduksi mevalonate, suatu molekul kecil yang digunakan untuk mensintesa kolesterol dan derivat mevalonate. Selain itu meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah.

Asam nikotinat (nicotinic acid) atau Niasin / vitamin B3 yang larut air. Dengan dosis besar asam nikotinat diindikasikan untuk meningkatkan HDL atau kolesterol baik dalam darah. Sedangkan Ezetimibe dapat menurunkan total kolesterol dan LDL juga meningkatkan HDL dengan cara mengurangi penyerapan kolesterol di usus.

Dalam memilih obat yang tepat diantara banyaknya obat untuk menurunkan kolesterol, sebaiknya Anda memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan membantu Anda menurunkan kolesterol dengan memilih obat yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda.

Jadi jangan takut pada kolesterol. Jika kadar kolesterol Anda sudah terlanjur agak tinggi, Anda perlu secara serius memperhatikan hal-hal di atas dan menghindari faktor-faktor yang dapat memperburuk kesehatan Anda. Selamat mencoba cara cerdas menyikapi kolesterol dan mari kita sikapi kolesterol dengan cerdas sekarang juga..!!

Komentar bertahan »